Hindari Manipulatif dalam Presentasi

presentationPresentasi yang baik adalah timbul dan disampaikan dengan niat tulus yang muncul dari hati terdalam. Agar mencapai apa yang diharapkan terjadi, terkadang seseorang dapat terjebak bersikap manipulatif dalam presentasi.

Berikut adalah beberapa sikap manipulatif yang sebaiknya dihindari :

• Bohong!

Karena “kepepet”, cara ini dipakai untuk memanipulasi keadaan. Tujuannya seringkali agar dirinya atau pihak tertentu dapat diterima atau diuntungkan. Ada yang berbohong dengan tidak memberikan informasi (menyimpan) dan ada pula yang berbohong dengan memberikan informasi yang keliru. Kondisi seperti ini merugikan untuk hubungan pertemanan maupun bisnis jangka panjang.

• Marah!

Ini juga merupakan taktik yang digunakan untuk memanipulasi keadaan, agar orang mengikuti arahan tertentu. Kemarahan yang timbul membuat orang merasa enggan, merasa kurang enak, atau memilih rasa aman, sehingga berpotensi untuk diarahkan sesuai keinginan. Kondisi ini hanya menampilkan kesan tidak professional. Ini sedikit mirip dengan cemberut atau tampang masam, bagian ini dilakukan orang untuk memastikan posisinya tetap aman atau untuk melindungi diri agar tidak terlihat buruk. Namun pada kenyataanya memang sikap tersebut justru menambah kesan buruk. Secara intuisi cemberut dapat diartikan untuk melindungi diri agar tidak didekati orang lain, karena takut terungkap hal buruk dalam dirinya.

• Menangis!

Ini juga dapat menjadi cara yang tidak sehat dalam memanipulasi komunikasi. Tujuannya adalah untuk melindungi diri dan juga mengambil keuntungan dari belaskasihan yang timbul. Menangis untuk memanipulasi adalah hal yang sangat tidak baik untuk diri sendiri, karena akan merusak hati nurani.

• Nama Tuhan!

Untuk memuluskan keinginannya beberapa orang malah menggunakan nama Tuhan. Apa yang dilakukan atau dimintanya adalah didapat dari perintah Tuhan atau menjalankan perintahNya. Cara ini tidak baik dan merugikan orang lain serta diri sendiri.

• Jabatan!

Jabatan, kekuasaan adalah posisi yang sering digunakan untuk memanipulasi komunikasi. Dengan berharap orang lain segan, bahkan takut maka informasi diberikan. Orang yang cenderung dalam posisi lebih rendah akan berusaha untuk mengikuti dan percaya informasi yang ada. Biasanya orang yang melakukan presentasi memakai cara ini, tidak terlalu peduli perasaan orang lain, terutama yang dipimpinnya. Tidak jarang juga kondisi ini berbalik menjadi sebuah penolakan, karena dinilai sudah keterlaluan. Sikap ini tidak baik dan merugikan untuk jangka panjang.

Sukses untuk anda!

Leave a Reply